PDA

View Full Version : Penduduk Miskin Bertambah Akibat Kenaikan Harga Bbm


sandra
23-05-2005, 20:28
Penduduk Miskin Bertambah akibat Kenaikan Harga BBM
Sumber: Kompas
Rabu, 30 Maret 2005

Kendari Kompas - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kendari (Sulawesi Tenggara) H Baharumin AK mengatakan, jumlah penduduk miskin di Kendari bertambah agak drastis akibat kenaikan harga BBM. Kenaikan harga tersebut memicu kenaikan harga kebutuhan hidup dan biaya transportasi sehingga kemampuan daya beli masyarakat menjadi ambruk.

Baharumin AK mengemukakan hal itu saat menjelaskan kesiapan Pemerintah Kota Kendari melaksanakan penyaluran dana kompensasi pengurangan subsidi BBM, Senin (28/3). Ia mengatakan, Pemkot Kendari belum menerima petunjuk dari pemerintah pusat tentang pelaksanaan penyaluran dana kompensasi pengurangan subsidi BBM dalam rangka menanggulangi dampak kenaikan harga BBM sejak 1 Maret 2005.

Namun, Wali Kota Kendari H Masyhur Masie Abunawas telah menginstruksikan instansi terkait untuk menyusun rencana operasional berdasarkan data yang sudah sering digunakan selama ini. Instansi terkait itu antara lain Dinas Pendidikan Nasional, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum.

Bahkan, program kompensasi dalam bentuk beras untuk keluarga miskin (raskin), Wali Kota Kendari telah mengeluarkan keputusan tentang pagu raskin tahun 2005 sejumlah 10 kilogram per bulan bagi setiap keluarga miskin di kota tersebut.

Jatah tersebut lebih kecil daripada tahun-tahun sebelumnya yang berjumlah 20 kilogram per bulan karena pertimbangan pemerataan. Bila pagu lama tetap digunakan, tidak semua keluarga miskin kebagian beras karena alokasi beras yang disalurkan pemerintah lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah keluarga miskin yang terdaftar.

Dari 45.406 keluarga penduduk Kota Kendari tahun 2004, tercatat 18.725 keluarga penduduk miskin. Menurut Baharumin, penduduk miskin itu akan bertambah sekitar 10-15 persen. Sementara penduduk yang selama ini telah menyandang predikat miskin, beban hidup mereka akan semakin berat.

Sementara itu dalam keterangan terpisah, ekonom Universitas Haluoleo Prof Dr H Jusuf Abadi MSc menyatakan hal senada. Kenaikan harga BBM itu menyebabkan orang semakin miskin, dalam artian daya beli mereka menurun terutama masyarakat berpenghasilan tetap. (YAS)

-Bisa jadi itikad baik dari pemerintah untuk "menyehatkan" masyarakat justru berubah menjadi "membuat sakit" masyarakat. Kenapa ? Karena kompensasi dana BBM sebenarnya bisa diibaratkan sebagai sebuah program reaksioner. Pemerintah belum mengatur kriteria dari keluarga miskin yang berhak menerima subsidi. Sehingga akan sangat mungkin sekali dana subsidi tersebut disalah gunakan. Karena memang dilapangan belum ada sistem kontrol dari pemerintah. Bisa jadi orang yang sebenarnya mampu membayar kemudian
mendapat subsidi hanya karena masyarakat di desanya kaya semua. Atau karena adanya praktek KKN dengan aparat setempat. Jadi memang permasalahan kompensasi BBM ke Kesehatan ini perlu dikritisi demi perbaiakn sistem kesehatan Indonesia.(eaststar)